Soe Hok Gie - dibacakan oleh Nicholas Saputra - Puisi Terakhir Gie
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal, dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan.
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda.
Dan yang tersial adalah berumur tua.
Berbahagialah mereka yang mati muda.
Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada.
Berbahagialah dalam ketiadaanmu.
- Soe Hok Gie
intenpujirianti's: Agama
Ga lama aku habis UN, aku punya temen diskusi baru. Kang Wenda. Awalnya kita diskusi masalah UN, trs konspiras-konspirasi, film, isu-isu global, sejarah, grafology, dan masih banyak lagi. Tapi yang paling sering didiskusiin adalah ttg Agama.
Mulai dari pertanyaan, Menurut kamu islam itu apa? Apa…
“Adik-adik saya yang baik hatinya,
Ingat ya,
Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan sebaliknya.
Lalu, perhatikanlah ini untuk kebaikan dirimu:
Laki-laki sejati:
Lembut kepada orang tua, anggun kepada wanita, bergembira bersama anak-anak, dan bekerja sehebat cita-citanya.
Laki-laki idaman:
Bersahaja padahal kaya, setia padahal banyak pilihan, manja padahal petarung tangguh, dan rendah hati padahal hebat.
Mudah-mudahan kalian dapat mengarahkan proses pendewasaan diri untuk menjadi laki-laki yang seperti itu, dan wanita yang sesuai untuk laki-laki yang seperti itu.”
— Mario Teguh (via marioteguh)
Wanita
Aku paling suka wanita cantik nan shalihah. yang atraktif dengan senyum manisnya. yang menawan dengan matanya. dan yang menarik dengan sikap kalemnya, yang menakjubkan dengan jilbabnya.
Butuh
aku butuh.
butuh yang mengerti.
butuh yang sepemikiran.
butuh yang perasa.
butuh yang lemah lembut.
dan terpenting,
butuh yang butuh aku.
Marah
Maafkanlah aku. Kadang kadang aku berteriak dan menyebut kata-kata buruk, tetapi memang itulah aku. Lupakan hal itu. Kalau aku memarahimu, berarti aku mencintaimu. Aku melampiaskan marahku kepada orang-orang terdekat dan paling kusayangi. Ibaratnya merekalah papan peredam suaraku.
Gunem Catur di SPBU
Hiji aki-aki keur nangtung di SPBU, (Ssstt.. ulah geruh tapi nya, eta aki-aki teh padahal kuring keur nyamar), ditanya ku nu keur ngantri rek ngeusi bengsin.
“Ki, terang hartina SPBU?”
“Nyaho lah,” jawab aki-aki bari kuraweud haseum. Maklum keur loba kakeuheul.
“Ari S-na singgetan tina naon?”
“Solar.”
“ari P-na?”
“Premium.”
“Ari B-na naon?”
“Bengsin.”
“Ari U ?”
“Uyup ku sia. Tatanya wae, kawas nu euweuh gawe,” tembal aki-aki bari ngaleos.
-Ki Dadang Sadkar.
Kita
Tenanglah. Cerita cinta kita, hanya untuk kau dan aku. Agar bisa kita kenang berdua. Selamanya.
KETIKA KERIPIK PEDAS MENGALAHKAN KETAMPANAN ANDA
dari frosthater
“Wanita dunia ketika memasuki surga akan mampu mengalahkan kejelitaan para bidadari surga.
Siapakah wanita dunia itu?
Mereka adalah para wanita Shalihah..
Aisyah R.a brkata:
Mereka [para Wanita shalihah] akan berkata kepada Bidadari-Bidadari Surga:
‘Kami melakukan shalat sedangkan kalian tidak melakukan shalat. Kami berpuasa sedangkan kalian tidak melakukannya. Kami bersedekah sedangkan kalian tidak. Kami, perempuan Salihah di dunia, mengalahkan bidadari surga.”
”
Mereka adalah para wanita Shalihah..
Aisyah R.a brkata:
— (via gadisberjilbab)
“Ya Allah…
Ketika ku katakan : Hamba disakiti
Engkau menjawab : “… janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah” (QS 39:53)
Ketika ku katakan : Tak ada yang mengerti kegalauan hati hamba
Engkau menjawab : “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS 13:28)
Ketika ku katakan : Begitu banyak orang yang menyakiti hamba
Engkau menjawab : “Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka…” (QS. 3:159)
Ketika ku katakan : Hamba sangat kesepian
Engkau menjawab : “Kami lebih kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. 50:16)
Ketika ku katakan : Dosa hamba melimpah
Engkau menjawab : “…dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah.” (QS. 3:135)
Ketika ku katakan : Jangan tinggalkan hamba
Engkau menjawab : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (QS. 2:152)
Ketika ku katakan : Masalah hamba sangat banyak
Engkau menjawab : “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. 65:2)
Ketika ku katakan : Impian hamba banyak yang tidak menjadi nyata
Engkau menjawab : Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu” (QS. 40:60)
Ya, Allah…
Bagaimana mungkin hamba-Mu yang hina ini tidak mencintai-Mu sepenuh jiwa dan raga?
I LOVE ALLAH ♥
”
Engkau menjawab : “… janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah” (QS 39:53)
Engkau menjawab : “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS 13:28)
Engkau menjawab : “Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka…” (QS. 3:159)
Engkau menjawab : “Kami lebih kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. 50:16)
Engkau menjawab : “…dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah.” (QS. 3:135)
Engkau menjawab : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (QS. 2:152)
Engkau menjawab : “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. 65:2)
Engkau menjawab : Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu” (QS. 40:60)
Bagaimana mungkin hamba-Mu yang hina ini tidak mencintai-Mu sepenuh jiwa dan raga?
— (via gadisberjilbab)
